Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 September 2014


بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
::: JODOH ITU MUTLAK RAHASIA ALLAH :::
Ada yang sudah dekat tiba-tiba menjauh.
Ada yang jauh tiba-tiba mendekat.
Ada yang sudah sayang tiba-tiba membenci.
Ada yang belum kenal tiba-tiba menyayangi.
Ada yang sudah direncanakan tanggal nikahnya
tiba-tiba berantakan.
Ada yang tidak direncanakan tiba-tiba datang
mengajak nikah.
Ada yang sudah dijodohkan tiba-tiba dibatalkan.
Ada yang tidak dikenal sebelumnya tiba-tiba
menjadi jodohnya.
Itulah rahasia JODOH.
Hanya ALLAH yang tahu kapan kita berjodoh.
Hanya ALLAH yang tahu dengan siapa kita akan
berjodoh.
Hanya ALLAH yang tahu dengan cara apa kita
bertemu jodoh.
Tugas kita adalah berusaha dengan cara yang
baik.
Tugas kita adalah berusaha dengan menjadi baik.
Tugas kita adalah menerima apapun keputusan
terbaik menurut ALLAH.
Dan satu hal jangan kita abaikan.
Jangan pernah merasa lelah meminta dan terus
meminta melalui DOA kepada-Nya.
Ya ALLAH..
Berikanlah jodoh yang sholeh dan sholehah

Jumat, 05 September 2014

Bacaan Syahadat

Seorang muallaf atau seorang dari agama selain islam yang ingin masuk islam diwajibkan membaca bacaan sahadat.Karena membaca dua kalimat syahadat merupakan syarat utama seorang yang ingin masuk islam.Dua Kalimat Shahadat merupakan dua perkataan pengakuan yang di ucapkan sungguh sungguh dengan lisan, dibenarkan oleh hati dan mengerti apa yang diucapkan,maka masuklah ia ke dalam agama islam.

Masuk islam

Masuk islam sepenuh hati


Bacaan dua kalimat syahadat :


Bacaan syahadat
Bacaan dua kalimat syahadat
ASYHADU ALLAAA ILAAHA ILLALLAAH

WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH…

Artinya:

“Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah.Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah” .

Makna dua kalimat syahadat :

Syahadat Tauhid : artinya menyaksikan ke-Esaan Allah SWT
Syahadat Rasul : artinya menyaksikan dan mengakui ke rasulan Nabi Muhammad SAW

Bagaimana cara ikrar dua kalimat syahadat bagi muallaf ?

Jika kesulitan untuk mengucapkan dua kalimat ini secara fasih, bisa dipandu oleh orang muslim, dan muallaf cukup mengikuti sebisanya. Selanjutnya diucapkan juga arti dari kalimat tersebut, agar memahami apa yang dia ucapkan.

Ikrar dua kalimat syahadat ini harus diucapkan di depan saksi kaum muslimin. Jumlah saksi minimal dua orang muslim.Tujuan adanya saksi adalah agar muallaf ini diakui telah pindah agama oleh masyarakat muslim lainnya. Sehingga selanjutnya, dia disikapi sebagaimana layaknya seorang muslim.Sedangkan tempat mengikrarkan bisa di masjid.

Masuk islam tidak harus di depan kiyai, habib, ustad, atau tokoh agama lainnya. Karena bukan syarat diterimanya syahadat harus diucapkan di depan tokoh agama. Namun ikrar syahadat harus di depan saksi dua orang muslim. Dan saksi, tidak harus tokoh agama.

Hanya dengan melakukan dua hal di atas, berikrar syahadat dan disaksikan muslim yang lain, maka sang muallaf telah dinyatakan sebagai muslim yang sah islamnya. Dia mendapatkan hak dan kewajiban sebagaimana muslim lainnya.

Seorang yang masuk islam, berarti dia kembali kepada fitrahnya untuk ber-Tuhan satu, fitrah mengikuti utusan Tuhan yang terakhir, dan fitrah untuk mengamalkan Al-Quran sebagai kitab Allah. Lebih dari itu, islam merupakan satu-satunya agama yang akan menyelamatkan manusia dari hukuman neraka.

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima (agama itu), dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. 
(QS. Ali Imran: 85)

Hal apa yang dilakukan setelah seorang muallaf mengikrarkan dua kalimat syahadat ?

1. Mandi Besar . Untuk cara mandi besar bisa cek di artikel Cara Mandi Besar 

Para ulama sepakat, mandi bagi orang yang baru masuk Islam adalah disyariatkan. Hal ini didasarkan kepada beberapa hadits berikut ini .

Pertama, hadits Qais bin Hasyim,

"ketika ia masuk Islam, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun bidara." 
(HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Al-Nasai. Dishahihkan dalam Al-Misykah, no. 543)

Kedua, hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu tentang masuk Islamnya Tsumamah bin Utsal, 

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepada-nya, "bawalah ia pergi ke kebun Bani fulan lalu suruhlah ia mandi." 
(HR. Ahmad, Ibnu Huzaimah, Abdurrazaq dan asalnya ada pada Shahihain)

Ketiga, Kisah Islamnya Usaid bin Hudair, di dalamnya disebutkan bahwa ia bertanya kepada Mus'ab bin Umari bin As'ad bin Zararah, 

"Apa yang kalian lakukan ketika akan masuk agama ini? Mereka menjawab, "Engkau mandi, bersuci, membersihkan pakaianmu, mengucapkan kalimat syahadat, kemudian engkau shalat. . ." 
(HR. al-Thabrani dal al-Tarikh dengan sanad yang shahih)

Berdasarkan beberapa hadits di atas maka para ulama bersepakat akan disyariatkannya mandi bagi orang yang baru masuk Islam, baik masuk Islamnya dari kafir asli atau karena murtad. Hanya saja sebagian mereka berpendapat hukumnya wajib, dan sebagian yang lain berpendapat sunnah.

2. Melaksanakan sholat wajib , khitan ( bila dirasa muallaf sanggup melakukan khitan dan tanpa paksaan).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Fitrah itu ada lima perkara : khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis “
 (H.R Muslim 257)

3.Menjalankan syariat islam yang lainnya.seperti puasa,zakat,doa doa harian ,dll .


Semoga Artikel Bacaaan Syahadat dan Sedikit Tatacara Masuk Islam ini bermanfaat bagi sesama .

Wallahu’ a'lam bishshawab,
Lebih Lengkap bisa ke Sumber Referensi :

http://tuntunansholat.com/dua-kalimat-syahadat-dan-keterangannya/
http://www.konsultasisyariah.com/bagaimana-cara-masuk-islam/
http://www.voa-islam.com/read/ibadah/2013/01/01/22592/mandi-atas-orang-yang-masuk-islam/#sthash.rbwLVK3j.dpbs

Selasa, 25 Februari 2014

MUSLIMAH SEJATI



Muslimah sejati…
bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Muslimah sejati…
bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Muslimah sejati…
tidak dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering dibicarakan mulutnya.

Muslimah sejati…
bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Muslimah sejati…
bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Muslimah sejati…
bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan,
tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang menyebabkan orang lain tergoda.

Muslimah sejati…
bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Engkaukah calon bidadari surga itu?

Jumat, 07 Februari 2014

Tahukah Anda: Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup


www.MASFIM.com
 » Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.

Tahukah Anda: Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup

Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam?

Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.

Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.

Mengutip buku Gerilya Salib di Serambi Makkah (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.

Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.

Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.

Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.

Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Temuan G. R Tibbets
Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara—terutama Sumatera dan Jawa—dengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengan tekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu.

“Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi, ” tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat itu terutama di selatan adalah Arab-Nusantara-China.

Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.

Di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).

Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.

Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari Nusantara
Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.

Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.

Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.

Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi!

Berdasakan buku Nuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuat dugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu.

Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadi sebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya.

Tim tersebut menemukan banyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakan dahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur.

Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh, dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruh cukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkan kemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, juga berkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pula menjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pula penduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai (Rz/eramuslim)

Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.

Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali) diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara (F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries, St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159).

Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini membuktikan bahwa Islam telah merambah Jawa Timur di abad ke-11 M (S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39).

Dari bukti-bukti di atas, dapat dipastikan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah masih hidup. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululah menerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua (kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diam—periode Arqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu baru melakukan dakwah secara terbuka dari Makkah ke seluruh Jazirah Arab.

Menurut literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW memproklamirkan dakwah Islam secara terbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam.

Selaras dengan zamannya, saat itu umat Islam belum memiliki mushaf Al-Qur’an, karena mushaf Al-Qur’an baru selesai dibukukan pada zaman Khalif Utsman bin Affan pada tahun 30 H atau 651 M. Naskah Qur’an pertama kali hanya dibuat tujuh buah yang kemudian oleh Khalif Utsman dikirim ke pusat-pusat kekuasaan kaum Muslimin yang dipandang penting yakni (1) Makkah, (2) Damaskus, (3) San’a di Yaman, (4) Bahrain, (5) Basrah, (6) Kuffah, dan (7) yang terakhir dipegang sendiri oleh Khalif Utsman.

Naskah Qur’an yang tujuh itu dibubuhi cap kekhalifahan dan menjadi dasar bagi semua pihak yang berkeinginan menulis ulang. Naskah-naskah tua dari zaman Khalifah Utsman bin Affan itu masih bisa dijumpai dan tersimpan pada berbagai museum dunia. Sebuah di antaranya tersimpan pada Museum di Tashkent, Asia Tengah.

Mengingat bekas-bekas darah pada lembaran-lembaran naskah tua itu maka pihak-pihak kepurbakalaan memastikan bahwa naskah Qur’an itu merupakan al-Mushaf yang tengah dibaca Khalif Utsman sewaktu mendadak kaum perusuh di Ibukota menyerbu gedung kediamannya dan membunuh sang Khalifah.

Perjanjian Versailes (Versailes Treaty), yaitu perjanjian damai yang diikat pihak Sekutu dengan Jerman pada akhir Perang Dunia I, di dalam pasal 246 mencantumkan sebuah ketentuan mengenai naskah tua peninggalan Khalifah Ustman bin Affan itu yang berbunyi: (246) Di dalam tempo enam bulan sesudah Perjanjian sekarang ini memperoleh kekuatannya, pihak Jerman menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Hejaz naskah asli Al-Qur’an dari masa Khalif Utsman, yang diangkut dari Madinah oleh pembesar-pembesar Turki, dan menurut keterangan, telah dihadiahkan kepada bekas Kaisar William II (Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391).

Sebab itu, cara berdoa dan beribadah lainnya pada saat itu diyakini berdasarkan ingatan para pedagang Arab Islam yang juga termasuk para al-Huffadz atau penghapal al-Qur’an.

Menengok catatan sejarah, pada seperempat abad ke-7 M, kerajaan Budha Sriwijaya tengah berkuasa atas Sumatera. Untuk bisa mendirikan sebuah perkampungan yang berbeda dari agama resmi kerajaan—perkampungan Arab Islam—tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum diizinkan penguasa atau raja. Harus bersosialisasi dengan baik dulu kepada penguasa, hingga akrab dan dipercaya oleh kalangan kerajaan maupun rakyat sekitar, menambah populasi Muslim di wilayah yang sama yang berarti para pedagang Arab ini melakukan pembauran dengan jalan menikahi perempuan-perempuan pribumi dan memiliki anak, setelah semua syarat itu terpenuhi baru mereka—para pedagang Arab Islam ini—bisa mendirikan sebuah kampung di mana nilai-nilai Islam bisa hidup di bawah kekuasaan kerajaan Budha Sriwijaya.

Perjalanan dari Sumatera sampai ke Makkah pada abad itu, dengan mempergunakan kapal laut dan transit dulu di Tanjung Comorin, India, konon memakan waktu dua setengah sampai hampir tiga tahun. Jika tahun 625 dikurangi 2, 5 tahun, maka yang didapat adalah tahun 622 Masehi lebih enam bulan. Untuk melengkapi semua syarat mendirikan sebuah perkampungan Islam seperti yang telah disinggung di atas, setidaknya memerlukan waktu selama 5 hingga 10 tahun.

Jika ini yang terjadi, maka sesungguhnya para pedagang Arab yang mula-mula membawa Islam masuk ke Nusantara adalah orang-orang Arab Islam generasi pertama para shahabat Rasulullah, segenerasi dengan Ali bin Abi Thalib r. A..

Kenyataan inilah yang membuat sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara sangat yakin bahwa Islam masuk ke Nusantara pada saat Rasulullah masih hidup di Makkah dan Madinah. Bahkan Mansyur Suryanegara lebih berani lagi dengan menegaskan bahwa sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, saat masih memimpin kabilah dagang kepunyaan Khadijah ke Syam dan dikenal sebagai seorang pemuda Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Quraisy yang jujur, rendah hati, amanah, kuat, dan cerdas, di sinilah ia bertemu dengan para pedagang dari Nusantara yang juga telah menjangkau negeri Syam untuk berniaga.

“Sebab itu, ketika Muhammad diangkat menjadi Rasul dan mendakwahkan Islam, maka para pedagang di Nusantara sudah mengenal beliau dengan baik dan dengan cepat dan tangan terbuka menerima dakwah beliau itu,” ujar Mansyur yakin.

Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan. Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M). Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M).

Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya.

Gujarat Sekadar Tempat Singgah
Jelas, Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.

Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.

Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampai sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah.

Rabu, 29 Januari 2014

Hindari Daging Babi

  • Foto
    Hindari Daging Babi

    Bagi umat Islam, memakan produk
    pangan asal hewan (PPAH) babi
    adalah sebuah kemaksiatan. Jadi,
    termasuk diwajibkan untuk tidak
    sedikit pun ‘menyentuhnya’.

    Dulu argumen para ilmuwan
    menyatakan bahwa kemungkinan
    salah satu penyebab
    pengharaman itu adalah
    dikarenakan adanya cacing pita
    yang bersemayam dalam daging
    babi. Walau kemudian banyak
    dibantah oleh ilmuwan yang
    kontra dengan pendapat pertama
    yang menyatakan bahwa cacing
    pita dapat hancur hanya dengan
    pemanasan sederhana.

    Kini bukti-bukti nyata lainnya
    banyak terungkap oleh para
    ilmuwan yang berpandangan
    objektif semata-mata
    mengungkapkan kebenaran hasil
    penelitiannya. Di mana dilaporkan
    bahwa babi banyak memberikan
    efek negatif bagi sang
    pengonsumsi.

    Selain merupakan daging yang
    mengandung kolesterol tertinggi,
    daging babi juga menjadi
    mediator ‘mujarab’ bagi tempat
    berpindahnya puluhan penyakit
    yang semula ada dalam hewan
    babi untuk kemudian pindah ke
    dalam tubuh manusia.

    Seorang Ilmuwan Jerman bernama
    Dr Murad Hoffman dalam bukunya
    menyatakan bahwa memakan
    daging babi yang terjangkiti
    cacing babi tidak hanya
    berbahaya, tetapi juga dapat
    menyebabkan meningkatnya
    kandungan kolestrol dan
    memperlambat proses penguraian
    protein dalam tubuh, yang
    mengakibatkan kemungkinan
    terserang kanker usus, iritasi kulit,
    eksim, dan rematik.

    Dikutip dari opini Harian Republika
    berjudul "Antisipasi Bakso Babi"
    oleh Cecep Hidayat: Mahasiswa
    Pascasarjana Program Studi INP
    Fakultas Peternakan IPB (sumber:
    Republika.Co.Id )

    Nb: kanker usus/ kolon, bahaya
    penyakit akibat kolesterol seperi
    sakit jantung, stroke, dll muncul
    akibat proses akumulasi paparan
    bahan2 berbahaya selama
    bertahun-tahun, sehingga
    penyakit ini seringkali mulai
    muncul pd usia 30-40 tahun. so,
    lbh baik mencegah dari pd
    mengobati.

    bantu share, yg tdk berkenan mohon
    diabaikan artikel ini...

    {sumber : Konsul dokter}




Kamis, 30 Mei 2013

::: KESAKSIAN ORANG MATI SURI :::





::: KESAKSIAN ORANG MATI SURI :::

" Kisah nyata ini sungguh dapat di jadikan pelajaran bagi Kita yang masih hidup "

" Cerita ini sungguh mmbuat kita MERINDING"
kita akan menangis setelah membaca kisah ini,
kita akan di bawa merenung 

"Kesaksian Orang Mati Suri"

Begitulah judul kisah nyata kali ini, dia adalah : Ella Az-Zahra
Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24
Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu
memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa
yang disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam
Effendi memberikan penjelasan pembuka.

Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil
cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh
tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani
dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan
racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.
Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) .

Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung
dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24
Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya
di Rumah Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa
dioperasi.. ”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘
jelas Rustam.

Oleh karena itu Aslina hanya diberi
obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina
gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina
kembali ke jakarta sekitar pukul 12 malam itu. Ia
dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak
jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar
UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang
ombak (menjelang sakratulmaut).

Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina
memberikan kesaksiaanya.

”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon
penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya
setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand
Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa
ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal
dan ketakwaan sebelum mati datang.

”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu
seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging,
dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat
mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya,”
tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh
pamannya kalimat thoyibah.

”Saat di ujung napas, saya
berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,”
ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ
Pekanbaru. Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad,
ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya
dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah
itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan
Assalammualaikum kepada ruh Aslina.

”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot,
gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya.
Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa
agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.. “
Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan
lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman
kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu
berpakaian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan
kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam
barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang
mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau
busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari
orang tersebut. Kemudian Aslina melanjutkan.

”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh
dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa
dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan
”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan
ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.
Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara
17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia
65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah
ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan
berkata:

”Wahai ayah, janji saya telah sampai.”
Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya
berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan
adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak
bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya
bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya
tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya
kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal
shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh
Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi
tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang
menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya
kepada perempuan itu.

”Siapa kamu?” lalu perempuan
itu menjawab.”Akula h (amal) kamu.”
Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya
berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan
manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang
laki-laki yang memikul besi yang sangat berat,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan
baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada
amalnya. ”Siapa manusia ini?”

Amal Aslina menjawab
orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.
Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya
lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang
orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia
tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula
oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke
tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka
berzina.

Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu
ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.
Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk
dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata
pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah,
orang tersebut menjerit dan tidak ada yang
menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan
dijawab orang tersebut adalah orang juga suka
membunuh.

Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah
lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka
dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.
Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut.
Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan
sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang
ada disisinya tak tampak.

Tiba-tiba muncul suara orang
mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.
Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang
sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak
itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat
batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya
tentang tepak itu.

Amalnya menjawab tepak tersebut
adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara
literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana
manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)
baik,red). Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.”Saya
mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya
melepaskan tangan ruh Aslina.

”Saya pun bertayamum,
saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,”
ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk
melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada
ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut
batangan-batang an emas di dalam tepak ”husnul
khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya
ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil.
Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina.

”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan
Allah.” Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia
dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang
sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima
meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu
berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini
Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon.

”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”
Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang
dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya
ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada
pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal
shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.
”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang
ditunjukkan Allah kepada kita semua, ”
ujarnya.

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang
berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin
beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan
”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan
semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat
Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:
Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari
mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku
(ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak.

Sesungguhnya itu adalah perkataan yang
diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding
sampai hari mereka dibangkitkan. (100).
Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat,
dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan
kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah
kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu
tidak dapat ditolong (lagi).”

Setelah berpidato, aslina mendapatkan tepukan meriah dari penonton tapi bila di facebook, ia dapatkanjempol sekarang.
Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari
kesaksiaan tersebut.

untuk member : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agar
mereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Dan Ternyata
hidup ini hanya sementara, serta hanya amal juga hati
yang bersihlah yang mampu menuntun kita menuju jalan kehadapan Illahi...

jika kisah nyata ini dapat membuat kita lebih sadar dan merenung
jangan lupa bantu share/bagikan ya ke dinding kita 
agar teman-teman dan saudara kita tahu..

Rabu, 29 Mei 2013

“AZAB PEDIH UNTUK ORANG YANG TIDAK MAU DIAM PADA SAAT ADZAN DIKUMANDANGKAN”

Sumber:--->Strawberry
“AZAB PEDIH UNTUK ORANG YANG TIDAK MAU DIAM PADA SAAT ADZAN DIKUMANDANGKAN”

Sisakanlah sedikit waktu kita untuk membaca ini.
Renungkanlah ini sejenak …mengapa banyak orang kelu
lidahnya di saat kematian?

Kebanyakan orang yang nazak,saat hampir tiba ajalnya,tidak dapat berkata apa-apa …

Lidahnya kelu,keras dan hanya mimik mukanya yang menahan
kesakitan ‘sakaratul maut’. Ini sebabnya adalah kebiasaan remeh
kita yang sering tidak mendiamkan diri saat adzan berkumandang.

Diriwayatkan sebuah hadist:“Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak ALLAH akan kelukan lidahnya ketika
maut menjemput. ”

Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri dan jangan berkata apa-apapun semasa azan berkumandang.
Sebagai seorang Muslim, kita wajib menghormati azan. Azan itu Banyak fadhilahnya(keuntungan).

Sebuah hadist shahih berbunyi “Seandainya memang mengetahui apa yang terkandung dalam adzan dan barisan pertama
(dalam shalat berjamaah), kemudian mereka tidak mendapatinya kecuali dengan cara mengundinya, pasti mereka mengundinya”(Bukhari dan Muslim).

Jika terhadap lagu kebangsaan saja kita diajari agar berdiri tegak dan diamkan diri,mengapa ketika azan yang merupakan panggilan ALLAH,kita tidak mendiamkan diri? Itulah makanya,ALLAH mengkelukan lidahnya saat sakaratul maut datang.

Kita takut dengan kelunya lidah ketika ajal hampir tiba dengan tidak
sanggup mengucap kalimah “Lailahaillallah …”.

Padahal barangsiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika
nyawanya akan dicabut ALLAH,dengan izin-Nya ALLAH menjanjikan masuk syurga.

Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada ALLAH supaya lidah ini tidak kelu ketika nyawa kita
sedang dicabut.

“Ya ALLAH! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia,lancarkan lidah kami mengucap kalimah
“Lailahaillallah..” ketika sakaratul maut menghampiri kami.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin...

Bismillah.. Gabung Yuk di Fp ini : Kaligrafi untuk membaca : "DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW "

✽KETIKA KAU SEDANG MENANTI JODOH✽


Oleh Delima ✽KETIKA KAU SEDANG MENANTI JODOH✽ Rumah Wakaf Indonesia ❥Oleh Delima 
✽KETIKA KAU SEDANG MENANTI JODOH✽  
Masalah jodoh sungguh rahasia ALLAH,namun yakinlah bahwa ALLAH telah menciptakan makhluk-NYA berpasang-pasan gan kalau tidak didunia Insya ALLAH diakhirat.. ❥ Dan sebuah harapan setiap orang untuk mendapatkan jodoh yang terbaik menurut-NYA yang sholeh atau sholehah.. ❥ Namun pertanyaannya,u ntuk mendapatkan jodoh yang sholeh dan sholehah,maka tanya dulu pada diri sendiri termasuk orang yang keji kah diri ini..?? ❥ Atau sudah baikkah diri ini atau sudah sholeh atau sholehakah diri ini..?? ❥ Maka untuk berharap mendapatkan yang seperti itu,alangkah baiknya dalam penantian itu perbaiki dulu dari diri sendiri untuk menjadi lebih baik,berharap semoga ALLAH mempertemukan kau dengan jodoh yang terbaik dari-NYA… ❥ Walau jodoh rahasia ALLAH tapi ALLAH telah memberi gambaran tentang jodoh hambaNya sesuai dengan firman-NYA bahwa: ❥ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..(Qs. An-Nur: 26) ❥ Maha Benar ALLAH,Dengan Segala Firman-NYA.. ❥ Semoga BERMANFAAT.. ❥ Silahkan Berbagi dengan Sahabat yang lain Jangan lupa suka ; Moslem Style

10 Mayat yg tdk akan busuk di Alam Kubur

Sumber:--->ISLAM ITU INDAH
“10 Jenis Mayat Yang Tidak Akan Busuk di Alam Kubur”

BismillahiRRahmaaniRRahiim..

❥ Disebutkan oleh hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam keadaan tubuh asal pada hari Kiamat :

1). Para Nabi-Nabi

2). Para Ahli Jihad Fisabilillah

3). Para Alim Ulama
Menegakkan Kalimah ALLAH.

4). Para Syuhada sentiasa
memperjuangkan Islam.

5). Para Penghafal Al Quran
dan Beramal dengan Al-Quran.

6). Imam atau Pemimpin yang
Adil dalam menegak Syariat
Allah.

7). Tukang Azan yang tidak
meminta habuan.

8). Wanita yang mati semasa
melahirkan anak serta sentiasa
TAAT pada perintah ALLAH.

9). Orang mati dibunuh atau
dianiaya karena mempertahan
Maruah dan Agama.

10). Orang yang mati di siang hari atau di malam Jum'at jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman yang sentiasa menjaga hukum agama semasa hidup di atas dunia. (HR. Bukhari Muslim)

SubhanALLAH..

Semoga kami termasuk orang orang seperti itu Ya ALLAH..Aamiin

Rabu, 22 Mei 2013

UNTUK SIAPA ENGKAU BERHIAS?


Sumber:--->Bangga Berhijab
UNTUK SIAPA ENGKAU BERHIAS?

Jika Anda bertanya kepada seorang wanita yang berhias dengan berbagai macam gaun dan perhiasannya, "Mengapa Engkau mengenakan pakaian-pakaian itu?", niscaya dia akan menjawab, "Gaun ini sangat indah..."

Maka bertanyalah kepadanya, "Kalau begitu, untuk siapa engkau berhias??"

Ya… Untuk siapa engkau berhias?!!!... Untuk seorang laki-laki mulia yang akan melamar… atau untuk seorang suami yang menjaga kehormatan?!!!

Kebanyakan wanita berhias supaya para lelaki rendahan itu bisa melihat kepada dirinya… Orang-orang yang tidak pernah merasa takut dengan pengawasan Allah Ta'ala… Orang-orang yang tidak peduli dengan kehormatan wanita tersebut…

Salah seorang dari mereka hanya berusaha agar bagaimana bisa memuaskan syahwat kemaluan dan matanya… Kemudian, jika dia telah memuaskan hajatnya dari wanita itu, dia akan menendangnya… dan mencari korban berikutnya…

Saudariku… Apakah engkau pernah berpikir untuk apa Allah menyuruhmu berhijab?

Mengapa Allah menyuruhmu untuk menutupi seluruh keindahan tubuh dan perhiasanmu?..

Apakah ada perselisihan antara Dia dengan dirimu? Ataukah Dia ingin mempersulit kebebasanmu?

Sama sekali tidak!...

Akan tetapi itulah sunnah Allah yang abadi, syariat-Nya yang mulia, perkataan-Nya yang tidak bakal berubah dan hukum-Nya yang adil…

Dia telah menetapkan bagi laki-laki hukum-hukum tertentu, dan menetapkan bagi wanita hukum-hukum tertentu…

Tidak akan mungkin dunia ini tegak dengan sempurna kecuali dengan ketaatan terhadap-Nya.

Dan seorang wanita yang shalihah akan tunduk pasrah terhadap seluruh perintah dan ketentuan-Nya…

"puisi cinta" dan "kata kata hikmah"


---BACALAH TULISAN INI 2 MENIT SAJA---

Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg lagi bekerja di bawah...

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja.
Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang···
Bahkan kita selalu bilang ··· kita lagi "HOKI!"

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah ...! agar kita mau menoleh kepada-NYA.

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil.

Semoga Bermanfaat ...
Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Allah ya Rabbal’alamin …

---Salam Santun Ukhuwah Karena_NYA---
(repost from:الفرقة الناجية)

Puisi


Jika Cobaan Sepanjang Sungai,
Maka keSabaran Itu Seluas Samudra...

Jika Harapan Sejauh Mata Memandang,Maka Tekad Mesti Seluas Angkasa Membentang..

Jika Pengorbanan Sebesar Bumi,
Maka ke-IKHLASAN harus seluas Jagad Raya..

Maka Raih kelimpahan hidup yang Hakiki di Jalan ALLAH..

Menebar Ikhlas yang Tanpa Batas..

Seindah apa pun Rencana kita..

Namun Rencana ALLAH untuk kita, jauh lebih Indah..

Semoga BERMANFAAT..

bersyukurlah


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tak usah mengeluh karena tangan yang belum mampu menggapai bintang..

Tapi bersyukurlah karena kaki yang masih menginjak bumi..

Tak usah mengeluh jika belum mendapatkan apa yang kita inginkan..

Bersyukurlah atas nikmat yang ada..

Berharap sesuatu itu boleh saja, namun jangan lupa hargai, terima dan syukuri apa yang kita miliki..

Alhamdulillah..:)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tak usah mengeluh karena tangan yang belum mampu menggapai bintang..

Tapi bersyukurlah karena kaki yang masih menginjak bumi..

Tak usah mengeluh jika belum mendapatkan apa yang kita inginkan..

Bersyukurlah atas nikmat yang ada..

Berharap sesuatu itu boleh saja, namun jangan lupa hargai, terima dan syukuri apa yang kita miliki..

Alhamdulillah..:)

# Dua Kalimat Yang Dicintai Allah Ta'ala #


# Dua Kalimat Yang Dicintai Allah Ta'ala #

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Dua kalimat dicintai oleh ar Rahman, ringan di lisan dan berat dalam timbangan; subhanallah wa bihamdih subhanallahil ‘azhim.” [HR.al Bukhari dan Muslim]

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Adanya penyebutan nama ar Rahman secara khusus ditujukan untuk menjelaskan betapa luas rahmat Allah azza wa jalla kepada hamba-Nya dengan membalas amalan yang sedikit dengan balasan yang banyak.”

Pelajaran Dari Hadits di Atas :
1.Anjuran untuk selalu berdzikir
2.Penetapan sifat mahabbah (cinta) Allah azza wa jalla
3.Dalam dzikir tersebut terdapat penggabungan antara tanzih (pensucian dzat Allah azza wa jalla dari segala aib dan kelemahan) dan pujian bagi Allah azza wa jalla.
4.Penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas hal-hal yang mendekatkan kepada Allah azza wa jalla dan memberatkan timbangan kebaikan.
4.Penetapan adanya mizan (timbangan amal)
5.Penetapan ditimbangnya amalan hamba
6.Adanya isyarat terhadap luasnya rahmat Allah azza wa jalla, membalas perbuatan ringan dengan pahala besar.
7.Ringannya ucapan dzikir di atas pada lisan mengisyaratkan beratnya beban taklif. Karena: “Surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai. Sementara neraka dikelilingi syahwat.” [HR.Muslim, at Tirmidzi, Ahmad dan ad Darimi]
8.Pengamalan firman Allah azza wa jalla “wa sabbih bihamdi rabbik”

(Isyruna Haditsan Min Shahihil Bukhari, Dirasatu Asanidiha wa Syarhu Mutuniha, Syaikh ‘Abdul Muhsin al Abbad 2/278)

Sumber : Majalah as Sunnah Rubrik Baituna Edisi Khusus/Ramadhan-Syawwal 1430H/September-Oktober 2009 Hal.8 via Kisah Teladan & Sejarah Islam

Semoga bermanfaat

JANGAN MENCINTAI TANPA NIAT MENIKAHI



JANGAN MENCINTAI TANPA NIAT MENIKAHI



Apalah gunanya cinta jika berbuah derita.
Jalani cinta sesuai syariat itu baru cinta mulia.

Bukan cinta suci jika hanya tebar janji.
Karena cinta suci itu tetap menjaga fitrah diri.

Jika cinta sudah tak dapat ditahan.
Solusi terbaik adalah segera halalkan.

Jika belum siap untuk menghalalkan?
Ta'aruf adalah jalan paling aman.

Itu akan indah hadapan manusia.
Akan mulia di hadapan Sang Pencipta.

Ini sekedar nasihat untuk kaum wanita.
Jangan suka umbar aurat jika ingin selamat.

Ini juga sekedar nasehat untuk kaum lelaki.
Jangan mencintai tanpa ada niat untuk menikahi.

Cinta palsu itu hanya untuk pelampiasan nafsu.
Tapi cinta mulia akan berujung akad di depan penghulu. (sen)

✽ PERBANYAK LAH MENGINGAT ALLAH ✽


✽ PERBANYAK LAH MENGINGAT ALLAH ✽

❥ Banyak manusia yang lebih sibuk memikirkan bagaimana caranya meraih kesuksesan dunia..

❥ Banyak manusia yang lebih sibuk memikirkan bagaimana caranya meraih kekayaan dunia..

❥ Banyak manusia yang lebih sibuk memikirkan kisah cintanya pada manusia..

❥ Dan banyak pula manusia yang lebih sibuk memikirkan bagaimana mendapatkan pendamping hidupnya ketimbang untuk lebih mengingat TUHAN nya..

❥ Padahal jika seandainya banyak manusia lebih sibuk mengingat dan mendekatkan diri kepada TUHAN nya dibanding lebih sibuk memikirkan dunia dan isinya, maka ALLAH akan mempermudah untuk ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.. (sen)